Jumat, 04 November 2022

Manfaat Berlari


 Berlari merupakan salah satu bentuk olahraga kardio yang paling populer. Setiap orang setidaknya pasti pernah melakukan aktivitas ini sepanjang hidupnya. Aktivitas ini juga tergolong murah dan tidak memerlukan banyak biaya, bahkan bisa Anda lakukan di mana dan kapan saja.

Ada banyak bentuk rutinitas oalhrga lari yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan atau kapasitas tubuh, seperti lari sprint, lari maraton, atau lari santai (jogging).

Lantas, apa saja manfaatnya? Berikut adalah beberapa manfaat lari bagi tubuh bisa Anda rasakan, baik secara fisik maupun mental.

1. Membantu menurunkan berat badan

    Berlari membantu menurunkan dan menjaga berat badan ideal dengan membakar lemak lebih cepat. Lari secara rutin juga membuat tubuh mampu membakar kalori, bahkan setelah Anda selesai berlari. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda sebenarnya cukup berlari dalam intensitas rendah.

Selain itu, lari dapat menimbulkan rasa lapar setelah olahraga yang berlebihan bagi beberapa kalangan. Namun, jangan jadikan olahraga sebagai alasan Anda untuk makan apapun yang Anda inginkan. Tetap atur pola makan sehat dan seimbang, agar sesi lari Anda tidak menjadi pengorbanan yang sia-sia.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung
    
     Sebagaimana diketahui, berlari merupakan salah satu olahraga kardio yang memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Saat berlari, jantung dan pembuluh darah akan memompa oksigen bersama darah ke seluruh bagian tubuh.

Sirkulasi darah yang lancar bisa membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang menyehatkan jantung. Pembuluh arteri dan jantung juga menjadi lebih kuat sehingga menurunkan risiko terkena henti jantung.

Menurut jurnal Current  Sports Medicne Reports, bagi orang sehat dan ingin merasakan manfaat kesehatan kardiovaskular maka cukup melakukan 150 menit latihan intensitas sedang atau 75 menit latihan intensitas tinggi setiap minggunya.

3. Memperkuat Otot dan Tulang

    Berlari dapat meningkatkan fungsi dan kekuatan otot, terutama otot-otot kaki. Otot kaki juga akan semakin fleksibel karena terus-menerus Anda gunakan untuk melangkah.Selain itu, tekanan selama berlari juga bisa memperkuat kondisi tulang. Tulang yang mendapat tekanan selama berlari akan merangsang pertumbuhan sel-sel tulang baru yang bisa menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis pada usia lanjut.


Rabu, 02 November 2022

Sejarah Futsal


 Futsal merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Bahkan futsal kini menjadi tren dan digemari berbagai kalangan, termasuk di Indonesia. Jenis olahraga ini mirip dengan permainan sepak bola. Meski begitu, ada perbedaan jumlah dari setiap tim.Jika futsal hanya lima pemain yang bertanding di dalam lapangan, maka sepak bola masin-masing regu beranggotakan 11 pemain.

 Futsal memiliki sejarah panjang sebelum berkembang dan digemari masyarakat khususnya anak-anak muda.Futsal berasal dari kata futebol de salao (bahasa Portugis) yang artinya ruang sepak bola. Kalau dalam bahasa Spanyol, futsal berasal dari kata futbol de sala, artinya sama yakni ruang sepak bola. Lantas pada tahun berapa pertama kali futsal dimainkan? Dan di negara manakah pertama kali futsal dimainkan? Dikutip dari situs resmi FIFA, futsal pertama kali dimainkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Permainan futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani berawal saat hujan mengguyur Montevideo. Hujan yang turun membuat Ceriani kesal, karena rencana yang ia susun jadi berantakan lantaran lapangan yang tergenang air. Lalu pada akhirna, Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Awalnya futsal menggunakan aturan seperti sepak bola, termasuk dengan pemain yang berjumlah 11 orang tiap tim.Namun, karena lapangan yang sempit, Ceriani memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi lima orang tiap tim. Alhasil, latihan di dalam ruangan itu sangat efektif dan atraktif, sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo.

 Karena menarik dan memberikan tantangan baru, permainan futsal banyak digemari. Banyak orang-orang yang mencoba bermain futsal. Olahraga futsal ini pun menyebar cepat ke seluruh bagian Amerika Selatan kala itu. Pada 1965, kompetisi internasional futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu, di tahun 1971, diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan itu dilaksanakan di kota Sao Paulo untuk membentuk organisasi internasional permainan futsal, yakni International Futsal Federation (FIFUSA). Setelah FIFUSA didirikan, pada 1989 organisasi tersebut bergabung dengan FIFA. Pada tahun yang sama kejuaraan dunia futsal FIFA diselenggarakan pertama kali di Belanda. Pada kejuaraan dunia futsal pertama itu, Brasil berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tuan rumah Belanda.

Menjaga Kesehatan Mental

     Dengan banyaknya tuntutan dalam kehidupan yang disertai tekanan, tidaklah heran seseorang akan mudah merasa stress  yang dapat mengakib...